fbpx
 

Eco Enzyme, Cairan Ajaib Terbuat dari Sampah

Eco Enzyme, Cairan Ajaib Terbuat dari Sampah

Eco enzyme/ eco enzim atau nama lainnya Garbage Enzymes adalah cairan yang didapat dari fermentasi ‘sampah’ organik rumah tangga. Pada dasarnya, eco enzyme mempercepat reaksi bio-kimia di alam untuk menghasilkan enzim yang berguna dengan memanfaatkan sampah buah atau sayuran.

Enzim dari “sampah” ini merupakan salah satu bentuk manajemen sampah yang memanfaatkan sisa-sisa dapur menjadi sesuatu yang sangat bermanfaat sehingga bisa mendukung gerakan zero waste sehari-hari.

Cairan ini bisa dibilang cairan ajaib, karena begitu menakjubkan manfaatnya, bisa menjadi pembersih rumah, pengganti detergen, sabun, sampo, cairan pembersih lantai maupun sebagai pupuk alami dan pestisidia yang efektif.

Karena kandungannya, eco enzyme memiliki banyak cara untuk membantu siklus alam seperti memudahkan pertumbuhan tanaman (sebagai fertilizer), mengobati tanah dan juga membersihkan air yang tercemar. Pembersih enzim ini 100% natural, bebas dari bahan kimia, mudah terurai dan lembut di tangan serta ramah lingkungan. Cairan ini juga penolak serangga alami yang membuat semut, serangga dan sebagainya tidak berani mendekat.

Cara membuat eco enzyme ternyata sangat mudah, lho!

Cukup siapkan kontainer plastik bekas (bisa berupa botol/toples bekas), air, gula, dan kulit buah yang lunak dengan rasio 10:1:3. Kulit buah yang bisa digunakan misalnya seperti kulit buah jeruk, jeruk nipis, lemon, apel, mangga, daun pandan, sereh dan sebagainya.

Bisa juga menggunakan sisa sayur. Rekomendasi proporsi sisa buah:sayur adalah 80:20. Penggunaan sisa sayur yang terlalu banyak akan menyebabkan aroma eco enzyme menjadi kurang segar.

Mengutip dari laman sustaination.id, dibawah ini resep pembuatan eco enzyme untuk botol dengan ukuran 1 liter.

Bahan:

  1. 500 ml air
  2. 50 gram gula pasir (bisa juga dengan gula merah)
  3. 150 gram kulit buah

Alat:

  1. Botol plastik bekas ukuran 1 liter
  2. Timbangan digital
  3. Corong

 

Cara membuat:

  • Siapkan wadah plastik bekas yang bisa ditutup rapat. Jangan gunakan wadah berbahan logam karena kurang elastis. Proses fermentasi akan menghasilkan gas sehingga membutuhkan wadah yang elastis.
  • Masukkan 500 ml air ke dalam wadah plastik diikuti dengan 50 gram gula pasir.
  • Masukkan sisa kulit buah atau sisa sayur ke dalam wadah
  • Sisakan tempat untuk proses fermentasi, jangan isi wadah hingga penuh.
  • Aduk atau balikkan botol atau wadah plastik hingga larutan air dan gula bercampur. Jangan dikocok.
  • Dalam 1 bulan pertama, gas akan dihasilkan dari proses fermentasi. Aduk atau balikkan wadah/botol plastik dilanjutkan dengan membuka tutup wadah/botol plastik setiap hari selama 1 bulan pertama
  • Simpan di tempat dingin, kering dan berventilasi. Hindari sinar matahari langsung dan jangan disimpan di dalam kulkas
  • Fermentasi berlangsung selama 3 bulan (untuk daerah tropis) dan 6 bulan (untuk daerah subtropis)
  • Setelah 3-6 bulan, eco enzyme siap digunakan.

Jika setiap rumah tangga menggunakan sampah untuk menghasilkan eco enzyme, ini dapat mengurangi limbah dapur yang menyebabkan polusi tanah kita dan juga bisa mengurangi pemanasan global. Artinya kita secara aktif dapat membantu memperbaiki lingkungan yang dimulai dari rumah. Sudah siap membuat eco enzyme dirumah?

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.