fbpx
 

Rumah Sejuk Tanpa Penggunaan Air Conditioner

Rumah Sejuk Tanpa Penggunaan Air Conditioner

Sebuah rumah dapat dinilai sebagai hunian yang nyaman apabila dapat memberikan ketenangan untuk beristirahat, memiliki ruang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan anggota keluarga, serta memiliki sirkulasi udara dan pencahayaan yang baik. Sebagai negara beriklim tropis, Indonesia pada umumnya memiliki suhu udara di luar rumah pada siang  hari dapat  mencapai  rata-rata  35 derajat Celcius, sementara suhu di bawah atap lebih dari 45 derajat Celcius akibat radiasi sinar UV. Tentunya hal ini menyebabkan suhu udara di dalam rumah menjadi terasa panas.

Untuk membuat suhu di dalam rumah terasa sejuk, meski di luar sedang panas terik, tak jarang penggunaan air conditioner (AC) dijadikan sebagai solusi utama para pemilik rumah. Akan tetapi penggunaan AC dengan intensitas tinggi tentu akan berpengaruh kepada beban biaya listrik yang ditanggung tiap bulan. Bahkan, seringkali tidak dapat menjadi solusi yang memuaskan. Berbagai tips dan informasi berikut dapat diterapkan untuk menciptakan rumah terasa sejuk tanpa penggunaan pendingin ruangan :

  1. Gunakan tirai atau kerai anti tembus pandang

Sinar matahari baik untuk kesehatan fisik dan emosional. Namun, dapat mengundang banyak panas dan kehangatan ke dalam rumah. Anda dapat mengaplikasikan tirai antitembus pandang atau kerai yang menahan panas sepenuhnya untuk jendela rumah. Pilih berwarna terang karena mampu memantulkan cahaya, sedangkan warna gelap menyerap cahaya. Jika memang membutuhkan sedikit sinar matahari, buka jendela yang tidak menghadap matahari secara langsung.

  1. Tanaman hijau penghasil oksigen di dalam area rumah

Menghiasi ruang dengan tanaman ruang hijau terasa jauh lebih sejuk dan memberikan pandangan yang menyegarkan. Anda dapat menempatkan sejumlah tanaman yang mendukung pemandangan ruangan. Pilih tanaman tinggi dengan daun besar dan lebat, serta tanaman yang menyukai banyak sinar matahari, sehingga dapat ditempatkan di dekat jendela untuk memberikan keteduhan ekstra.

  1. Matikan televisi & kurangi penggunaan peralatan elektronik

Peralatan elektronik bisa mengeluarkan suhu panas. Pastikan tidak hanya mematikan namun juga melepas kabelnya dari stop kontak setelah selesai digunakan. Televisi dan komputer adalah dua benda elektronik yang paling besar mengeluarkan panas. Selain itu, kabel benda elektronik lain seperti charger ponsel juga sebaiknya tidak dibiarkan menempel pada stop kontak apabila tidak digunakan. Karena kabel yang terpasang sebenarnya masih mengaliri listrik dan memicu peningkatan suhu di dalam ruangan.

  1. Perhatikan penggunaan exhaust kamar mandi

Kamar mandi menjadi salah satu area rumah yang paling lembab karena seringkali basah. Ditambah dengan pancuran air panas, semua udara yang panas dan lembab akan masuk ke rumah, mengakibatkan terasa tidak begitu sejuk. Untuk mengatasinya, dapat dipasang exhaust di kamar mandi yang membantu menyedot seluruh udara lembab dari kamar mandi ke luar rumah. Ini juga membantu menjaga ruangan tetap sejuk dan kering.

  1. Memakai peralatan sesuai waktu

Peralatan rumah tangga tertentu dapat mengeluarkan banyak panas. Sehingga, sebisa mungkin hindari pemakaiannya pada hari-hari yang hangat. Peralatan seperti mesin pencuci piring, mesin cuci, pengering, dan oven, cenderung menyala dalam jangka waktu tertentu, yang dapat meningkatkan suhu di rumah secara signifikan.

  1. Penerapan ventilasi silang untuk sirkulasi udara

Untuk memastikan adanya ventilasi, buka jendela dan pintu yang terletak berseberangan di dalam ruang. Ini akan lebih efektif dengan mengaktifkan kipas yang dapat membantu mengarahkan udara.

  1. Hindari pengunaan material sintesis

Penggunaan bahan sintetis khususnya di kamar tidur menyebabkan kulit sulit bernafas dengan lega dan meningkatkan suhu tubuh. Sebaiknya gunakan bahan katun atau linen untuk seprai, sarung sofa, gorden, sampai dengan karpet. Bahan-bahan tersebut bisa menjauhkan kulit yang lembab karena kepanasan.

No Comments

Sorry, the comment form is closed at this time.